kesedihan itu semakin dalam terlihat dari garis wajahnya, tapi dia terus bergelut dengan waktu mengambil receh dari hasil ngamen dan nyanyi seenaknya. anak kecil itu tidak ingin menangis atau di kecilkan karna ketidak mampuannya untuk membeli sandal jepit. kehidupan materialis telah mengorbankan kepentingannya untuk bisa mendapatkan hak sekolah gratis, perlindungan hukum, dan kebebasan bersuara di negri ini.
mereka terlempar diantara gorong-gorong, jembatan penyebrangan, atau perempatan lampu merah, mereka yang terluka dan termarjinalkan. itu potret yang ingin saya ambil dari kehidupan lusuh kaum urban kota diantara pengamen dan pengemis, belum kemelut persoalan yang lain yang terus menumpuk tiap hari.
dari kesusahan karna perut kosong, bbm mulai isu naik harga sampai langka, dituduh mencuri sampai di pukulin karna nyolong sendal jepit, artis korupsi yang terus bernyanyi di setiap berita tanpa ada tuntutan yang jelas dan hukumannya, menggantungnya kasus bank century, atau yang aga jadul kasus munir gimane kabarnye ya.
sekelumit dari kemelut persoalan yang terus indonesia hadapai. tapi tenang kawan HARAPAN ITU TETAP ADA indonesia hanya perlu melakukan penyegaran dalam satu budaya saja, yaitu budaya profesionalisme. dan untungnya budaya itu dapat cepat di bentuk dengan satu jalan yaitu WAJIB MILITER.
dengan wajib militer kita bukan saja menerobos tembok pengangguran tetapi bisa memperbaiki celah keamanan yang di gerogoti karna ketidak disiplinan para PNS dalam bekerja karna keterlambatan masuk kerja atau keluar nyari hiburan pada saat jam kerja.
ayo WAJIB MILITER. LANTAS PRESIDENT INDONESIA siapa yang berani ambil resiko? nah dari sekarang mari bergabung dan lakukan komitmen untuk mengajukan undang-undang agar tercipta wajib militer di negri ini, siapapun yang jadi president nya di masa yang akan datang kita harus mendukungnya bukan saling menjatuhkan.
wajib militer juga saya pertimbangkan bukan sekedar untuk menunjukkan ketahanan kita dalam bidang militer tapi pertimbangannya, karna negara kita rawan bencana alam sedangkan petugas terlatih kita sangat terbatan dan masyarakat juga sangat tidak siap ketika bencana terjadi dan pasca bencana.